Batanghari – Berbagai program diselenggarakan oleh Kemdikbud untuk mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu programnya ialah Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Pada tahun 2022 ini, Kemdikbud menyelenggarakan kembali program ini setalah untuk pertama kalinya pada tahun 2021 lalu program ini diselenggarakan. Program PMM ini diadakan di setiap semester ganjil perkuliahan dan artinya, PMM 2022 ini adalah program batch 2.
Pada Angkatan pertama, ada 9 mahasiswa PGSD Unja yang lolos untuk mengikuti program ini dan pada angkatan ke-2 ini, ada 4 mahasiswa PGSD Unja yang lolos untuk mengikuti program belajar di kampus lain di luar provinsi universitas asal selama 1 semester. Mahasiswa yang lolos tersebut berasal dari angkatan 2020 sejumlah 1 orang dan dari angkatan 2021 sejumlah 3 orang. Nama-nama mahasiswa tersebut ialah Afriyana, Hilyati Aulia, Nova Indah Gultom, dan Siti Rihana.
Program yang menjadi cabang dari program MBKM yang bertagline “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya” ini memberika kesempatan kepada seluruh mahasiswa dari universitas di bawah naungan Kemdikbud RI untuk belajar secara merdeka di universitas lain yang berada di luar provinsi universitas asal. Dengan adanya program ini pula, mahasiswa akan mempelajari kebhinekaan dan kekayaan yang dimiliki oleh daerah dimana universitas penerima berada melalui mata kuliah wajib 2 SKS, Modul Nusantara. Setiap minggunya, para mahasiswa PMM akan diadakan berkeliling secara gratis untuk mengenal lebih dalam kebhinekaan yang dimiliki daerah dari universitas penerima berasal.
Untuk PT penerima tiap mahasiswa PGSD Unja yang lolos program PMM ini dapat dijabarkan sebagai berikut.
- Afriyana di Universitas Ahmad Dahlan
- Hilyati Aulia di Universitas Muhammadiyah Jakarta
- Nova Indah Gultom di Universitas Negeri Jakarta
- Siti Rahana di Univeritas Djuanda
Dengan adanya program ini, mahasiswa menjadi bisa bertambah pengalaman berkesannya. Melaksanakan perkuliahan di kampus lain bisa dijadikan topik berbagi pengalaman yang memotivasi mahasiswa lain untuk semangat menorehkan nama baik bagi kampus asal. Ke depan, diharapkan akan banyak lagi mahasiswa yang mendaftar dan program semacam ini.
Narator : Anindyta Laila Amalia
